Sebuah studi terbaru mengungkap temuan mengejutkan terkait kebiasaan minum kopi instan. Peneliti menemukan bahwa konsumsi kopi instan berpotensi meningkatkan risiko gangguan penglihatan serius hingga tujuh kali lipat, khususnya degenerasi makula terkait usia atau Age-related Macular Degeneration (AMD), yang merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada lansia.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 500.000 responden berusia di atas 50 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang rutin mengonsumsi kopi instan memiliki risiko lebih tinggi mengalami AMD tipe kering, terutama pada mereka yang memiliki kerentanan genetik terhadap penyakit tersebut.
Menariknya, hubungan serupa tidak ditemukan pada jenis kopi lain seperti kopi seduh, kopi bubuk biasa, maupun kopi tanpa kafein. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi khusus dalam kopi instan, baik dari proses produksi maupun bahan tambahan, kemungkinan berperan dalam peningkatan risiko tersebut.
Meskipun begitu, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini belum membuktikan adanya hubungan sebab akibat secara langsung antara konsumsi kopi instan dan gangguan penglihatan. Studi ini bersifat observasional, sehingga hanya menunjukkan adanya korelasi, bukan kepastian bahwa kopi instan menjadi penyebab utama kerusakan mata.
Pakar kesehatan mata mengingatkan bahwa risiko AMD juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti usia, genetika, pola makan, kebiasaan merokok, serta paparan sinar ultraviolet. Karena itu, masyarakat disarankan untuk tetap menjaga gaya hidup sehat dan mengonsumsi kopi secara moderat.
Bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan penglihatan atau risiko genetik tinggi terhadap AMD, disarankan untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan pembatasan konsumsi kopi instan.




